Sabtu, 28 Januari 2012

KISAH THUMBELINA

Thumbelina StoryMay 15, '05 10:29 AM
untuk semuanya
○ Makhluk perempuan bertubuh kecil yang berkencan dengan katak, lalu jatuh cinta pada peri bunga ○

Thumbelina, cantik tetapi sulit mendapatkan kencan karena tubuhnya hanya seukuran ibu jari, sedang tidur di dalam kulit kenari. Seekor ibu katak melompat ke dalam kamarnya, dan menculiknya untuk dijadikan istri anaknya. Thumbelina terbangun dan mendapatkan dirinya berada di atas bunga bakung di tengah-tengah rawa. Di hadapannya ada seekor katak hijau menjijikkan yang lidahnya selalu terjulur dan saat itu tengahmemandanginya seakan-akan Thumbelina telah menjadi miliknya.

Thumbelina berhasil melarikan diri dari perkawinan itu dengan menggunakan bunga bakung mengarungi sungai. Arus sungai itu membawanya ke arah riam, aliran yang berliku-liku, dankemudian membawanya ke negara lain. Seekor kecoa terbang merendah untuk kemudian menyambar tubuhnya, membawanya ke daerah kekuasaan bangsa kecoa di pepohonan. Kecoa itu tergila-gila padanya, sedangkan Thumbelina merasa jijik.
Dimana-mana ada kecoa! Kecoa lain mencelanya : "Dia hanya memiliki dua kaki! pinggangnya juga kecil sekali!" Cinta sang kecoa akhirnyapudar karena tekanan dari sana-sini, dan dia pun mencampakkan Thumbelina.

Thumbelina berkelana seorang diri di tengah hutan, benaknya dipenuhi keyakinan bahwa dia terlalu jelek bahkan untuk ukuran seekor kecoa. Dia kemudian membuat sebuah tempat untuk tidur, menatanya, dan mencoba belajar untuk hidup sendiri di tempat peraduan kecilnya di tengah hutan yang lebat. Ketika musim dingin tiba, dia hampir mati kedinginan. Untungnya dia menemukan sebuah tempat hangat di lubang kediaman seekor tikus tanah.Thumbelina harus mendongeng untuk tikus tersebut agar boleh tinggal di sana.

Tikus itu mempunyai tetangga yang kaya raya, seekor tikus mondok yang memiliki kediaman yang sangat besar. Dari rumah besarnya ke rumah si tikus tanah, ada sebuah jalan tembus di bawah tanah. Si tikus mondok ini terpana ketika melihat thumbelina.
Tikus tanah sangat gembira; inilah suami ideal untuk gadis manapun! Dia kaya, terpelajar, dan terlihat keren dengan jasnya yang mewah.

Thumbelina tidak mau menikahi seekor tikus mondok. Tapi dia tetap berpacaran dengan tikus itu karena tidak mau melukai perasaannya. Lagipula, dia tidak bisa pergi dari tempat itu hingga musim dingin berakhir.

 Pada suatu saat, dia berteman dengan seekor burung layang-layang yang terjebak di jalan tembus di antara rumah tikus tanah dengan tikus mondok. Dia melewati musim dingin dengan merawat burung itu sampai sehat kembali. Semasa itulah keduanya menyadari bahwa banyak terdapat kesamaan di antara mereka-----sama-sama menyukai sinar matahari, musim panas, dan tinggal di atas permukaan tanah.

Saat musim panas tiba, burung layang-layang mengajaknya untuk pergi bersama. Tapi Thumbelina merasa berhutang budi kepada tikus tanah. Jadi dia menghabiskan musim panas sambil menjahit pakaian pengantin yang akan dia pakai pada pesta pernikahannya yang tertunda.

Sehari sebelum hari pernikahannya, Thumbelina pergi keluar untuk melihat matahari yang terakhir kali (tikus mondok melarang melakukan kegiatan apapun di luar rumah). Pada saat itulah burung layang-layang terbang melintas di atasnya. Burung itu tengah menuju ke arah selatan sebagai persiapan menyambut musim dingin. Dia kembali mengajak Thumbelina untuk ikut bersamanya. Kali ini Thumbelina setuju. Dia naik ke atas punggung burung layang-layang dan terbang jauh.

.....ke sebuah tempat yang sangat indah di daerah tropis yang dinaungi langit yang luas dan dihiasi hamparan bunga yang indah. Disinilah Thumbelina bertemu dengan seorang pangeran tampan denganukuran tubuh yang sama dengannya. Pangeran itu tinggal di dalam sebuah bunga. Dia adalah raja dari bangsa peri bunga di tempat tersebut. Dan dia adalah bangsa manusia (yang memiliki sayap).

Thumbelina dan pangeran saling jatuh cinta. Burung layang-layang, yang selama ini diam-diam mencintai Thumbelina, menyadari bahwa kebahagiaan Thumbelina jauh lebih penting dan memilih untuk tetap berteman baik dengannya.

Thumbelina menikah dengan sang pangeran dan mendapatkan sepasang sayap di tubuhnya. Mereka hidup berbahagia selamanya.

Ditulis oleh Hans Christian Andersen, "Thumbelina" merupakan versi romantis dari "The Ugly Duckling" (juga ditulis oleh Andersen), yaitu sebuah cerita yang berkisah
tentang seseorang yang superior (angsa) yang dikelilingi orang-orang biasa (bebek) yang tidak bisa menghargai kebesaran angsa. Keduanya adalah cerita tentang petualangan untuk menemukan citra diri seseorangyang sebenarnya.

Pelajaran dari Kisah Thumbelina :
♥ Ibu katak berusaha mengurug Thumbelina di bunga bakung, dengan meyakini bahwa siasat seperti itu lebih penting daripada cinta sejati.

♥ Ketika bunga bakung tempatnya berpijak terombang-ambing di arus deras, Thumbelina tidak ketakutan atau berharap bisa kembali ke perairan rawa-rawa yang tenang. Dia bisa menikmati perasaan terbebas di atas air yang tenang dan ketegangan di tiap tikungan sungai. Dia yakin bahwa dia tidak selamanya terombang-ambing di atas air.

♥ Kecoa menyambar tubuh Thumbelina dan menyelamatkannya hanya untuk memenuhi kepentingan pribadinya. Karena bukan cinta sejati yang dia rasakan, melainkan cinta yang disebabkankeindahan fisik, perasaan cintanya dengan mudah hilang tak berbekas.

♥ Thumbelina yang merasa dicampakkan tidak meratapi kesedihannya. Dia tahuh bahwa jika dia membiasakan diri menunggu orang lain yang akan membuatnya gembira, maka kesedihan itu akan terus menghinggapi dirinya, dan akan terus merasa sedih bahkan setelah pria yang tepat muncul dalam kehidupannya.

♥ Meskipun tikus tanah berpikir bahwa tikus mondok akan menjadi suami ideal, Thumbelina harus menuruti perasaannya sendiri, bukannya kemauan tikus tanah.

♥ Kesepakatan antara Thumbelina dan tikus tanah didasarkan atas keuntungan bersama. Tikus tanah menyelamatkan hidupnya; dan Thumbelina membuat hidup tikus tanah lebih ceria (dengan kepribadiannya yang riang dan kemampuannya mendongeng).

♥ Thumbelina pergi tanpa berpamitan. Tikus tanah pasti merasa sedih sekali, karena dalam pikirannya Thumbelina telah dimangsa oleh seekor kucing atau remuk tertimpa jagung. Perasaan tikus mondok berubah-ubah antara duka yang mendalam karena adanya kemungkinan bahwa Thumbelina telah mati dan perasaan curiga bahwa mungkin Thumbelina telah kabur meninggalkan dirinya. Andai saja Thumbelina bersikap jujur pada dirinya sendiri-----dan pada kedua tikus itu-----ketimbang terobsesi pada kewajiban membayar hutang budi, mungkin rencana pernikahan itu tidak pernah ada. Dia mungkin hanya akan meninggalkan perasaan sakit hati yang singkat, dibanding kepedihan yang mendalam yang mengharuskan mereka menjalani terapi.

♥ Walaupun burung layang-layang bukan tambatan cintanya yang utama, dia adalah seorang (seekor burung) yang penting dalam hidup Thumbelina, dengan membawanya keluar dari situasi yang tidak menyenangkan menuju kehidupan yang penuh kebahagiaan bersama sang pangeran.

♥ Ketika Thumbelina jatuh cinta kepada sang raja bunga, dia tidak memaksakan diri untuk tetap tinggal bersama burung layang-layang. Dia telah belajar dari pengalamannya selama hidup di tempat kediaman tikus mondok-----bahwa alasan utama untuk membina hubungan dengan seseorang adalah cinta, bukan kewajiban.

Saran singkat Thumbelina dalam membina hubungan :
♣ Engkau tidak dapat memaksa seseorang untuk mencintaimu dengan memberi persyaratan.

♣ Mengakhiri suatu hubungan, walaupun hubungan jelek sekalipun, dapat terasa seperti sedang terombang-ambing arus sungai yang deras di atas bunga bakung-----seakan-akan seluruh hidupmu mulai tidak dapat lagi dikendalikan. Cobalah menikmati perjalanan di atas bunga bakung itu. Kau pasti akan menemukan daratan lagi.

♣ Jika seseorang tidak tulus mencintaimu (cinta karena senyum manis atau karena pekerjaan bagus yang kau miliki), cintanya tidak akan langgeng karena dia tidak mencintaimu apa adanya. cinta seperti itu tidak usah dianggap serius. Cinta seperti itu tidak mendalam. Jodoh tidak akan kemana-mana.

♣ Biasakanlah untuk tetap berbahagia.

♣ Jujur dengan diri sendiri dan apa yang kau rasakan walaupun perasaanmu itu tampaknya "salah" atau tidak benar.

♣ Ada pria yang seperti burung layang-layang dalam dongeng ini. Mereka menjadi penghubung yang mengantarkan kita kepada jodoh kita. Selama hubungan yang kau jalani berdasarkan perhatian yang tulus dan rasa saling sayang, hubungan tersebut akan berjalan dengan sukses-----walaupun tidak langgeng.

♣ Jangan menjalin hubungan karena merasa bersalah atau merasa wajib. Jika engkau tidak bahagia, pasanganmu juga akan merasa demikian.

♣ Sabarlah menanti orang yang tepat untukmu----bukan untuk teman-teman atau keluargamu tapi untuk dirimu sendiri. Walaupun engkau merasa sudah berkencan dengan semua pria (dan tikus mondok) yang ada di kota, pria yang tepat untukmu pasti ada.

♦ Wendy Paris ♦

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar